KH Maimoen Zubair diberitakan wafat di sela menunaikan ibadah haji di Makkah.
IKATANUBLOG - Innalillahi wainnailaihi raiji'un , kabar duka datang dari Tanah Suci. Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair diberitakan wafat di sela menunaikan ibadah haji di Makkah.
*انا لله وانا اليه راجعون
*
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس وأبدله دارا خيرا من داره وزوجا خيرا من زوجه وأهلا خيرا من أهله الجنة مع الأبرار وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار،
اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده واغفر لنا وله ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم. بشفاعة وكرامة ومعجزة وبسر الفاتحة....
..... اعوذُ بِاللهِ منَ الشَّيطاَنِ الرّجيم بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمَنِ الرَّحِِيم ۞ ملِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليْهِم، غَيْرِالمَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَالضَّالِّين
أللهم تقبل دعائنا كما تقبلت دعاء حبيبك محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين آمين يا رب العالمين. ..
Telah Berpulang Guru Kami, Telaga Ilmu Kami. KH.MAIMUN ZUBAIR (Mustasyar PBNU) Pada Pukul 4:17 Waktu Makkah. Saudi Arabia..
Kabar ini salah satunya berasal dari Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah PBNU KH Abdul Ghafarrozin. " Innalillahi wa inna ilahi raji'un . Nembe mawon kapundut Simbah Maimoen Zubair wonten Makkah (baru saja wafat Syekh Maimoen Zubair di Makkah)," katanya dalam pesan singkat.
Kami masih mencari informasi lebih lanjut tentang soal posisi jenazah dan di mana akan dimakamkan.
Ulama yang akrab disapa Mbah Moen ini merupakan salah satu dari anggota Aula Ahlul wal Aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu dan NU Online pernah membaca profil singkatnya. Kiai Haji Maimoen Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak).
Selama ini, Kiai Maimoen merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimoen yang dikuasai ilmu fiqh dan ushul fiqh.
Kiai Maimun merupakan kawan dekat dari Kiai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.
Kiai Maimoen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kiai Zubair merupakan murid dari Syaikh Sa'd al-Yamani dan Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.
Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kiai Maimoen Zubair yang sangat kuat. Kemudian, ia berhasil mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji untuk Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki. Pada usia 21 tahun, Maimoen Zubair melanjutkan belajar ke Mekah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yaitu Kiai Ahmad bin Syuáib. Di Makkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan banyak ulama lainnya. Kiai Maimoen juga meluangkan untuk mengaji ulama di Jawa, di Kiai Baidhowi, Kiai Ma'shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa kiai lain.
Kiai Maimun juga menulis buku-buku yang menjadi rujukan santri. Di diterbitkan, buku berjudul al-ulama al-mujaddidun. Selepas kembali dari tanah Hijaz dan mengaji dengan beberapa kiai, Kiai Maimoen kemudian mengabdikan diri untuk mengajar di Sarang, di tanah kelahirannya. Pada 1965,
Kiai Maimun kemudian istiqomah mengembangkan Pesantren al-Anwar Sarang. Pesantren ini, kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar membaca buku kuning dan lengkap. Selama tinggal,
Kiai Maimoen memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia berperanh menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI pimpinan Jawa Tengah. Sekarang, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kiai Maimoen Zubair diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Politik dalam diri Anda Kiai Maimoen bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai kontribusi untuk mendialoggkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kiai Maimun merupakan faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak.
Sumber : nuonline.

0 Response to "KH Maimoen Zubair diberitakan wafat di sela menunaikan ibadah haji di Makkah."
Post a Comment
Silahkan berkomentar dan saran agar kami bisa lebih baik lagi.